Daftar Aturan Baru UCI yang Berlaku Pada Musim 2026 (Road Race)

0


Memasuki awal tahun 2026, UCI telah memberlakukan sejumlah aturan baru yang harus dipatuhi oleh para pembalap maupun tim. 


Aturan tersebut mencakup perlengkapan hingga anti doping. Pada sisi perlengkapan, aturan baru ini terkait dengan handlebar, helm, desain frame hingga roda. 


Berikut adalah daftar selengkapnya dilansir dari Cyclingnews.com:


Handlebars


Pada tahun ini, UCI menetapkan bahwa lebar minimum keseluruhan handlebar adalah 400 mm. Angka tersebut lebih besar 50 mm dari regulasi sebelumnya. 


Dengan demikian beberapa jenis handlebar yang lebih sempit dan progresesif, yang digunakan oleh sejumlah pembalap di dalam peloton, dilarang digunakan kembali pada tahun ini. Selain itu, jarak antara tuas rem harus melebihi 280 mm. 





'Kotak' tempat bagian bawah setang Anda dirancang tidak boleh melebihi lebar 65mm. secara sederhana, bagian 'drop' dari setang Anda tidak boleh melebihi 65mm secara lateral.



Kedalaman Pelek Roda (Rim)


Kedalaman pelek roda tidak boleh melebihi 65 mm di area mana pun. Namun aturan ini tidak berlaku di kompetisi Time Trial.


Dengan demikian roda, seperti Hadron³ 680 dari Swiss Side dengan kedalaman 68mm, dan Zipp 808 dengan kedalaman 80mm, tidak boleh lagi digunakan dalam acara balapan massal yang diselenggarakan UCI.




Aturan ini juga berlaku untuk roda dengan profil bergelombang yang melebihi 65 mm di titik mana pun, bahkan jika kedalaman rata-rata atau terendahnya di bawah 65mm.



Kategori Helm Baru


Oleh UCI, helm kini telah dikategorikan dengan sebutan 'Tradisional' atau 'Time Trial' dan penggunaannya pun terbatas.



Seperti diketahu, dalam Beberapa tahun terakhir telah dijumpai peningkatan penggunaan helm time trial oleh pembalap profesional dalam event balapan jalan raya, dimulai dengan Uno-X yang menggunakan helm Sweet Protection Tucker 2Vi yang dimodifikasi - pada dasarnya tanpa pelindung mata - dan dipopulerkan setahun kemudian oleh Visma-Lease a Bike, yang menggunakan Giro Aerohead dengan cara yang serupa.


Pada Giro d'Italia 2025, Casper Van Uden bahkan melangkah lebih jauh. Dia dan seluruh tim pendukungnya menggunakan helm time trial Victor dari Lazer, lengkap dengan pelindung matanya.


Ketika tim CN Labs melakukan pengujian ke terowongan angin, untuk menguji lebih dari 40 helm, alasannya menjadi jelas. Tiga helm time trial yang diuji berhasil meraih posisi podium, dimana memiliki sekitar tiga watt lebih cepat dari helm jalan raya 'aero' terbaik, dan tujuh watt lebih cepat daripada helm rata-rata pada kecepatan 40 km/jam. Dalam sprint profesional, di mana kecepatan bisa mendekati dua kali lipat, maka potensi manfaatnya sangat besar.



Desain Rangka


Garpu (fork) tidak boleh lebih lebar dari 115 mm dan segitiga belakang tidak boleh lebih lebar dari 145 mm.


Aturan lain yang kemungkinan berasal dari kombinasi estetika dan aerodinamika adalah mengenai batas lebar maksimum antara kaki garpu dan seatstay rangka di segitiga belakang.


Untuk garpu khususnya, jarak antara kedua kaki garpu, yang diukur dari dalam ke dalam, tidak boleh melebihi 115 mm.


Di bagian belakang sepeda, jarak antara kedua seatstay atau kedua chainstay, bila keduanya diukur dari dalam ke dalam, tidak boleh melebihi 145 mm.


Untuk rangka sepeda track, batasan ini hanya berlaku untuk bagian bawah, artinya sepeda, seperti Hope HB. T tetap legal untuk saat ini.



Anti-Doping


Penggunaan karbon monoksida sebagai metode peningkatan kinerja telah dimasukkan ke Daftar Terlarang Badan Anti-Doping Dunia (WADA) mulai 1 Januari 2026.


Badan tersebut menyatakan bahwa penggunaan karbon monoksida (CO) non-diagnostik ditambahkan ke Metode Terlarang sebagai bagian baru, M 1.4.  Hal itu dapat meningkatkan eritropoiesis dalam kondisi tertentu."


Dalam perkembangannya, penggunaan obat penurun berat badan, seperti Semaglutide dan Tirzepatide (agonis GLP-1), akan dipantau secara bersamaan dengan narkotika, seperti kodein dan hidrokodon serta stimulan, seperti kafein.



Posisi "Cakar Anak Anjing"


Meskipun bukan perubahan yang besar, UCI juga menambahkan klarifikasi terkait posisi "cakar anak anjing" yang telah terkenal. Para pembalap menyandarkan lengan bawah mereka pada setang untuk mendapatkan posisi yang lebih aerodinamis, tetapi hal itu dinilai kurang aman.




Dalam aturan barunya, UCI menyatakan: "Menggunakan lengan bawah sebagai titik tumpu pada setang dilarang, kecuali dalam uji waktu, dimana tumpuan tersebut hanya diizinkan pada setang ekstensi time trial." ***




Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)